DOLO-DOLO (LAMAHOLOT)

Gambar

Bala “baalooni eee,..loni kae loni hee leing dolo-dolo hee”. Bila ada pesta adat, pembuatan masjid, gareja dan penyambutan tamu agung seperti Bupati atau Gubernur, alunan syair-syair adat ini biasa di lantunkan. Bagi yang baru mendengar syair ini, tentu ti…dak akan memahami apa pesan yang tersirat. Namun jika ditelisik lebih dalam, lego-lego menyimpan nilai-nilai kearifan yang terpatri berabad-abad sejak para leluhur di lamaholot mulai membentuk suatu peradaban beserta tatanan nilai-nilai sofistik kehidupan. Tidak hanya lantunan lagu adat (liang), tapi lingkaran tarian dengan tangan saling mengapit, atau jari kelingking saling mengait, menggetarkan rasa dan semangat persaudaraan. Bahkan dimomen-momen ini juga, tali percintaan bisa terajut hingga ke ajang pernikahan. Tak jarang banyak pemuda-pemudi di Lamaholot yang jatuh cinta dan menikah hanya karena bermula dari lego-lego. Meskipun sebelumnya tidak saling kenal, tapi dengan ber-lego-lego, cita rasa persaudaraan secara alamiah akan terajut, beriring lenggang kaki dan sentuhan pandangan mata hingga ke hati. Biasanya, lego-lego (dolo lili) dilakukan dimalam hari. Dan bila semakin malam lego-lego semakin seru oleh pantun berbalas pantun (hode liang) kaula muda-mudi. Apalagi bila sudah diiringi dengan “hanja” (lego-lego dengan ritme pantun dan langkah yang cepat). Diakhir hanja, semua orang bersorak-sorai tanda puncak kegirangan sambil berteriak hanja ele lee yang merupakan ekspresi suka cita. Sisi Pluralisme Lego_Lego(dolo lili).  Dalam Lego-Lego dimomen apa pun, biasanya para orang tua adat tidak memperkenankan memakai pakaian moderen (seperti jins, rok, blus dll). Tapi diwajibkan memakai tenun ikat (kkawatak). Karena, Lego-Lego selain sebagai tarian adat, juga sebagai simbol nilai pengikat kesamaan derajat setiap warga di hadapan adat-istiadat. Simbol nilai kesetaraan begitu ditekankan oleh orang tua adat dalam lego-lego. Pejabat bisa bergandeng tangan dengan rakyat jelata, yang tua bisa menggandeng tangan yang muda, dan yang kristen bisa menggandeng tangan yang muslim.Sebab itu, sepintas dilihat, rangkaian kait-mengait tangan dalam bentuk satu lingkaran tarian lego-lego, seperti sebuah ikatan kuat tali persaudaraan orang lamaholot (lamahala)/ (Adonara) yang berada di gunung (kristen) dan saudara-saudara mereka yang berada di pesisir (Muslim). Dalam berbagai penyelesaian konflik antarmasyarakat di Lamaholot, biasanya diakhiri dengan potong sapi atau kambing dan lego-lego. Dan kalau sudah diiringi dengan lego-lego, semua persoalan sebesar dan seruwet apapun akan selesai. Karena pantun dan syair adat telah meluluhkan nurani dan bathin setiap masyarakat Adonara/Lembata . Dewasa ini, kita cenderung mencari identitas dan nilai pluralitas dari luar. Kita mengimpornya, dan dipaksa-tancapkan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda jauh dengan asal nilai yang diimpor tadi. Akibatnya, nilai-nilai pluralitas tersebut tidak mengakar dan bahkan menjadi polemik tersediri dalam ranah penafsiran identitas keindonesiaan. Padahal, jika kita menggali, Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan pusaka nilai yang bisa direduksi dalam segala bentuk dinamika kehidupan moderen, bahkan jauh melampaui dari itu, salah satu contohnya adalah lego-lego(dolo lili). Terkadang kita ingin melakukan perubahan, tapi disatu sisi kita melakukannya dengan menelanjangi budaya sendiri. Mulai saat ini belajarlah dari kearifan lokal kita. Selamat menikmati dolo lili. (di sadur dari munier)

 Pesan :

 Ake ma’a gelupak lewotanah

“Kai Seba Kuluk tou rua, balik kaan gelekat Lewotana”

“Lewo soro lodo Tana tapi balik”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s