Ekonomi Dan Kaitannya Dengan Kebutuhan Manusia

MODUL. 3

Judul : Masalah Ekonomi Dan Kaitannya Dengan Kebutuhan Manusia

Standar Kompetensi : Memahami Permasalahan Ekonomi Dalam Kaitannya Dengan Kebutuhan Manusia, Kelangkaan dan Sistem Ekonomi
Kompetensi Dasar :
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Manusia.
2. Mendeskripsikan Berbagai Sumber Ekonomi Yang Langkah dan Kebutuhan Manusia Yang Tidak Terbatas.
3. Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi, yaitu tentang apa, bagimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

PENDAHULUAN

A. Diskripsi

Persoalan umat manusia berkenaan dengan kelangsungan hidupnya, mengembangkan keberadaannya sebagai manusia diatas bumi ini, ialah bagaimana manusia itu bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Dipihak lain manusia itu sendiri dihadapkan pada suatu sarana atau sumber yang terbatas, sehingga diperlukan pengorbanan untuk memperolehnya.
Persoalan kebutuhan manusia begitu banyak jenis dan ragamnya, tergantung dari sudut mana kita akan melihat. Seseoarang telah terpenuhi kebutuhannya makanan dan pekaiannya, lau ia ingin membeli radio, dan lain-lain.beberapa hari kemudian ia ingi memerlukan tempat tinggal , serta isinya dan sebagainya.setelah terpenuhi kebutuhan tersebut, maka akan muncul kebutuhan yang lain yang makin tinggi tingkat dan ragamnya. Dengan demikian kebutuhan manusia tidak akan putus-putusnya hingga manusia itu meninggal dunia.
Melihat kondisi manusia seperti diatas yang tidak pernah habis-habisnya tuntutan dan keinginannya, maka diperlukan pengetahuan tentang jenis dan macam kebutuhan manusia itu, sebab kebutuhan merupakan sumber (inti) dan kajian dari Ilmu Ekonomi.

A. Petunjuk Penggunaan Modul:
1. bacalah modul ini dengan teliti. Materi didalam modul ini merupakan pengetahuan,keterampilan dan perilaku yang hendaknya anda kuasai dan amalkan dalam kehidupan sosial.
2. anda diizinkan untuk bertanya,berdiskusi,observasi,simulasi dan wawancara selama proses pembelajaran modul

C. Tujuan :
1. Tujuan Akhir :
a. Mendeskripsi kebutuhan manusia sesuai dengan pengertiannya
b. Mengidentifikasi Kebutuhan manusia sesuai dengan macamnya
c. Mengidentifikasi Faktor yang mempengaruhi kebutuhan sesuai dengan sifatnya
d. Mengidentifikasi benda pemuas kebutuhan manusia sesuai dengan jenis dan kegunaannya
e. Mendeskripsi kelangkaan sesuai dengan pengertiannya Mengidentifikasi kelangkaan sesuai dengan faktor-faktor penyebabnya.
f. Mengidentifikasi biaya peluang sesuai dengan pengertiannya
g. Menunjukkan contoh biaya peluang sesuai dengan penyebabnyaMengidentifikasi barang dan jasa sesuai dengan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi
h. Mendeskripsikan Sistem ekonomi sesuai dengan pengertiannya
i. Mendeskripsikan sistem ekonomi sesuai dengan macamnya
j. Mengidetifikasikan sistem ekonomi sesuai dengan caranya dalam memecahkan masalah ekonomi

2.Tujuan Antara :
Memahami konsep prinsip-prinsip ekonomi

D. Standar kompetensi/kompetensi dasar;

1. Standar kompetensi : memahami permasalahan ekonomi dalam kaitanya dengan kebutuhan manusia kelangkaan dan sistem ekonomi
2.. Kompetensi dasar :
a) Mengidentifikasi kebutuhan manusia
b) Mendiskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
c) Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi yaitu apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Memahami Ilmu dan Ekonomi Dan Macam-macam Kebutuhan Manusia

a. Ilmu Ekonomi

Ekonomi selalu menjadi bagian penting kehidupan masyarakat, mengapa demikian? karena ekonomi erat hubungannya dengan kebutuhan manusia. Oleh karena itu kegiatan ekonomi banyak dilakukan manusia untuk memenuhi sebagian dari tuntutan hidupnya.
Kata ekonomi (economic) berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikonomia yang merupakan perpaduan antara Oikos dan Nomos. Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti pengaturan / aturan. Jadi oikonomos artinya mengatur rumah tangga. Rumah tangga yang dimaksud ditinjau dalam arti luas yaitu setiap bentuk kerja sama manusia dalam mencapai kemakmuran yang didasarkan pada prinsip ekonomi, contohnya rumah tangga konsumsi, rumah tangga perusahaan, rumah tangga Negara, rumah tangga Dunia. Jadi dengan demikian Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara atau usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencapai kemakmuran.

b. Macam-Macam Kebutuhan manusia.

Kebutuhan adalah suatu keinginan manusia akan benda dan jasa yang harus dipenuhi. Keinginan manusia akan benda dan jasa itu jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia sangat terbatas jumlahnya. Sehingga timbul upaya bagaimana menyeimbangkan antara keinginan yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang sangat terbatas. Sehingga dengan adanya keseimbangan yang dapat dirasakan dengan baik maka tercapailah kemakmuran.kemakmuran disini berarti keadaan dimana manusia sebagian besar dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan baik.
Dari macam-macam kebutuhan manusia yang tidak terbatas ini sebenarnya dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Kebutuhan menurut intensitasnya
Menurut intensitasnya kebutuhan ini terbagi menjadi tiga yaitu :
a. Kebutuhan Primer (pokok atau dasar)
Kebutuhan primer adalah kebutuhan manusia yang mutlak diperlukan untuk kelangsungan hidupnya . kebutuhan ini sifatnya mendesak, artinya bila tidak terpenuhi maka hidupnya akan berakhir. Kebutuhan primer harus mendapat priroritas utama dalam usaha memenuhi kebutuhan manusia. Contohnya makanan, minuman,pakaian, perumahan, dan kesehatan.
b. Kebutuhan sekunder (pelengkap)
Adalah kebutuhan manusia yang bisa terpenuhi bila kebutuhan primernya sudah terpenuhi. Kebutuhan sekunder ini tidak mendesak harus dipenuhi seperti kebutuhan primer,sebab kebutuhan ini sifatnya lebih banyak di pengaruhi oleh peradaban manusia. Contohnya : alat-alat kebutuhan rumah tangga seperti, piring, gelas,kursi,meja,tempat tidur dan lain sebagainya.
c. Kebutuhan Tersier ( kebutuhan mewah)
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan ketiga sebagai kelengkapan kehidupan yang sifatnya tidak terlalu penting. Kebutuhan tersier karena sifatnya bukan kebutuhan pokok tetapi hanya merupakan pelengkap, maka pemenuhannya dapat dihindarkan atau ditunda. Kebutuhan tersier sering kali dikaitkan dengan barang-barang mewah yang hanya ditujukan untuk meningkatkan status atau prestise seseorang dalam masyarakat. Yang termasuk dalam kebutuhan tersier antara lain, lemari es, alat musik (piano, organ),Televisi,kendaraan bermotor, kapal pesiar dan lain-lain.
Sejalan dengan perkembangan budaya, teknologi dan kemampuan manusia dalam memperoleh penghasilan, pengelompokan jenis-jenis kebutuhan sekunder dan tersier, dari waktu kewaktu berubah sesuai dengan perkembangan budaya dan kemakmuran masyarakat. Misalnya bagi golongan masyarakat tertentu terutama masyarakat perkotaan, lemari es, tv warna dan motor tidak lagi dianggap sebagai barang mewah, tetapi sudah dianggap sebagai kebutuhan sekunder.

2. Kebutuhan Menurut Waktunya.
Menurut waktunya, kebutuhan dapat dibedakan atas :
a. kebutuhan sekarang.
Adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak dapat ditunda lagi. Kebutuhan ini harus dipenuhi pada saat ini juga. Misalnya: seorang yang sedang haus pada saat ini maka harus segera minum, begitu pula kebutuhan akan makan, perumahan, alat-alat rumah tangga, dan sebagainya.
b. kebutuhan yang akan datang.
Adalah kebutuhan yang penggunaannya dapat dilakukan pada saat keadaan menghendakinya. Kebutuhan ini biasanya untuk berjaga-jaga di masa depan, misalnya untuk menjamin hari tua, menyimpan hasil panen untuk masa paceklik dan sebagainya.

3. Kebutuhan menurut sifatnya.
Menurut sifatnya, kebutuhan dapat dibedakan atas:
a. kebutuhan jasmani (material)
adalah kebutuhan yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Contohnya:makanan dan minuman.
b. kebutuhan rohani (immaterial)
adalah kebutuhan yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan jiwanya. Contohnya: pendidikan, agama, hiburan dan sebagainya.
4. Kebutuhan menurut golongannya.
Menurut golongannya, kebutuhan dapat dibedakan atas:
a. Kebutuhan perorangan(individu).
Adalah kebutuhan yang diperlukan oleh pribadi-pribadi manusia itu sendiri. Kebutuhan ini bagi setiap orang akan berbeda tergantung kepada kegiatan atau kebiasaannya masing-masing. Misalnya: kebutuhan seorang siswa SLTA akan berbeda dengan kebutuhan seorang mahasiswa, kebutuhan seorang pedagang berbeda dengan kebutuhan seorang pegawai dan sebagainya.
b. Kebutuhan masyarakat (kolektif).
Adalah kebutuhan yang diperlukan oleh sekelompok atau segolongan masyarakat yang mempunyai kepentingan tertentu. misalnya: umat Islam memerlukan masjid, siswa sekolah memerlukan buku pelajaran dan sebagainya.

C. Macam-Macam Alat Pemuas Kebutuhan.

Alat pemuas kebutuhan atau disebut juga sebagai benda pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut penggolongan sebagai berikut.

1). Alat pemuas kebutuhan menurut cara memperolehnya.
Menurut cara memperolehnya, benda atau alat pemuas kebutuhan dibedakan menjadi dua, yaitu benda ekonomi dan benda bebas.
a). Benda Ekonomi
Benda ekonomi adalah benda yang sifatnya terbatas, sehingga benda tersebut baru dapat diperoleh dengan mengeluarkan suatu pengorbanan. Contohnya : berbagai alat pemuas kebutuhan yang termasuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

b). Benda bebas
Benda bebas adalah benda atau alat pemuas kebutuhan yang dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan pengorbanan. Termasuk benda bebas adalah beberapa jenis benda yang disediakan oleh alam, antara lain udara, air, sinar matahari dan sebagainya.
Dalam keadaan tertentu, suatu benda bebas dapat berubah menjadi benda ekonomi manakala terjadi kelangkaan. Contohnya : Air.
Di daerah pedesaan yang subur dan banyak sumber mata airnya, air merupakan benda bebas. Namun, di daerah tertentu yang kondisinya kekurangan air, maka air akan menjadi benda ekonomi yang baru dapat diperoleh ketika kita mengelyarkan pengorbanan, yaiti dengan cara membeli.

2). Alat pemuas kebutuhan menurut tujuan penggunaannya.

Menurut tujuan penggunaannya, alat pemuas kebutuhan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu barang konsumsi dan barang produksi.

a). Barang Konsumsi
Benda atau barang konsumsi adalah berbagai barang yang dapat langsung digunakan oleh orang-orang (konsumen) untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya : makanan, minuman, baju, sepatu, radio, televisi dan lain-lain.
b). Barang Produksi
Benda atau barang produksi adalah berbagai barang yang digunakan untuk menunjang kelancaran proses produksi. Misalnya, barang-barang modal berupa mesin-mesin dan peralatan lainnya, seperti bahan baku dan bahan penolong.
Hasil dari proses produksi disebut “hasil produksi” atau barang jadi (finishing goods). Hasil produksi ada yang berupa barang jadi yang langsung dapat dikonsumsi seperti gula, sirup, makanan,minuman, dan pakaian; ada pula yang digunakan oleh pabrik lain sebagai bahan baku seperti gula putih dan tepung terigu.

3. Alat pemuas kebutuhan menurut ketahanannya.

Menurut ketahanannya, alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan menjadi tiga
a). Barang tahan lama (durable goods).
Barang tahan lama adalah barang yang dapat digunakan dalam jangka waktu relatif lama, yang nilai pakai atau nilai ekonominya habis secara berangsur-angsur. Misalnya : mesin-mesin, bangunan, dan peralatan-peralatan lainnya

b). Barang tidak tahan lama (Undurable goods)
Barang tidak tahan lama adalah barang yang jangka waktu pemakaiannya tidak lama. Digunakan hanya untuk sekali saja atau beberapa kali dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Misalnya : makanan dan minuman dikonsumsi sekaligus, tissue digunakan sekali saja, pakaian digunakan beberapa kali untuk jangka waktu tertentu tetapi tidak terlalu lama

4. Alat pemuas kebutuhan menurut hubungan antar benda
Keberadaan suatu benda sebagai alat pemuas kebutuhan mempunyai peran tersendiri. Ada benda yang mempunyai peran khusus, sehingga tidak dapat digantikan oleh benda lainnya, ada yang dapat digantikan oleh benda lain dan ada pula yang dalam penggunaannya terkait dengan benda lainnya.

a). Benda yang berperan khusus
Benda atau barang yang berperan khusus adalah benda atau barang pemuas kebutuhan yang kegunaannya tidak dapat digantikan benda lainnya. Misalnya, tanah dan udara.

b). Benda komplementer
Benda atau barang komplementer adalah benda atau barang pemuas kebutuhan yang kegunaan dan manfaatnya baru dapat dirasakan apabila digunakan bersamaan dengan benda lainnya. Misalnya, sebuah pulpen, baru akan dirasakan kegunaannya apabila kedalam pulpen itu diisikan tinta.
Contoh lainnya, sebuah motor, baru akan dapat dirasakan kegunaannya apabila telah diisi oli dan bensin.

c). Benda substitusi
Benda atau barang substitusi adalah benda pemuas kebutuhan yang dapat digantikan dengan benda atau barang lain yang manfaatnya sama. Misalnya, beras dapat digantikan dengan terigu.
Secara spesifik industri pabrik dapat diklasifikasikan lagi menjadi tiga.
Hasil industri analitik, adalah barang-barang yang dihasilkan dari memproses satu alat baku. Misalnya, barang seperti gula, melase dan alcohol yang berasal dari satu bahan baku berupa tebu. Hasil industri sintesis, adalah barang yang dihasilkan dengan cara memproses dua atau lebih bahan baku menjadi satu barang tertentu. Misalnya, kue atau roti yang dibuat dari beberapa bahan baku seperti gula, mentega, terigu, telur, vanili, cokelat, susu, keju. Contoh lain, obat yang diproses dari beberapa bahan kimia maupun non kimia.
Hasil industri sintesis, yaitu berupa barang yang bersifat tiruan dari barang aslinya (sintetik) dibuat oleh pabrik dengan cara memproses dua atau lebih bahan baku menjadi sesuatu. Misalnya aspal tiruan dan kulit tiruan.

d). Hasil industri jasa
Hasil industri jasa adalah jasa-jasa yang disediakan oleh berbagai lembaga, seperti industri jasa parawisata, jasa perhotelan, jasa hiburan, jasa komunikasi, jasa transportasi dan jasa pembiayaan.

e). Hasil industri jasa penyaluran barang
Hasil industri jasa penyaluran barang meliputi kegiatan yang berkaitan dengan mendekatkan barang kepada masyarakat, antara lain jasa-jasa yang diberikan oleh usaha dagang (grosir, eceran), agen, makelar dan perantara/pialang

Melihat banyak beragamnya kebutuhan, manusia harus berusaha sebab tidak selamanya sarana dan sumber ekonomi itu ada setiap saat. Orang-orang barat berusaha mencari rempah-rempah sampai kepelosok dunia, bahkan sampai ke Indonesia. Demikian pula orang Jepang, agar terpenuhi kebutuhannya mencari minyak bumi ke berbagai negara, karena di jepang langka akan sumber minyak. Segala pengorbanan mereka keluarkan agar bisa terpenuhi kebutuhannya.

a) Kelangkaan Sumber alam.
Kelangkaan sumber alam ini untuk negara maju biasanya berupa bahan mentah seperti minyak bumi, hasil pertanian, hasil hutan dan sebagainya. Jadi sumber ekonomi atau faktor produksi yang langka untuk negara maju ialah sumber alami yang berupa, bahan mentah sebagai bahan industri. Untuk memperoleh bahan mentah itu negara maju mengeluarkan biaya yang tinggi.
Sumber alami lain yang dianggap langka merupakan sumber ekonomi, dan dapat diperjual belikan , misalnya emas, perak, tembaga biji besi nekel dan lain-lainnya. Tidak semua tanah dibumi ini mengandung berbagai jenis tambang, sehingga bahan tambang merupakan sumber alam yang langka.
Contoh lain sumber alami yang langka adalah air, bukan hanya dipadang pasir air itu disebut langka, tetapi kenyataannya, air dianggap langka karena harga air mahal. Contoh harga kemasan air satu liter ternyata lebih mahal dari satu liter bensin.
b) Kelangkaan Tenaga Kerja.
Indonesia dengan jumlah penduduk kurang lebih 235 juta jiwa sangat potensial jika dimanfaatkan sebagai sumber insani, sumber daya manusia untuk kepentingan pembangunan. apalagi jika dilihat dari struktur usia yang rata-rata kebanyakan adalah usia kerja. Tetapi persoalannya adalah secara potensial tenaga kerja yang manakah yang produktif itu? Di negara berkembang seperti indonesia, Malaysia, India, Thailand, Kamboja serta negara-negara berkembang lainnya jumlah penduduknya rata-rata banyak, namun tenaga kerjanya masih kurang produktif artinya ; tenaga kerja kurang terdidik, terlatih, engalaman,keahlian,keberanian,kreatif dan inovatif.
Dengan demikian di Indonesia atau negara berkembang lainnya tenaga ahli termasuk hal yang langka, sehingga walaupun banyak jumlah usia tenaga kerjanya, tetapi kualifikasi yang dibutuhkan dunia kerja tidak memenuhi syarat. Jadi tenaga kerja keahlian menjadi langka, karena mereka sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.
c) Kelangkaan Modal dan Teknologi.
Kekurangan modal untuk membiayai kegiatan produksi.
Negara-negara berkembang sangat membutuhkan uang untuk membiayai kegiatan produksinya. Namun hal itu tidak dapat berjalan jika tidak ada modal berupa uang. Oleh karena itu modal dianggap langka, karena membutuhkan pengorbanan dan pembiayaan yang cukup tinggi untuk mendatangkannya. Biasanya modal itu didatangkan dari negara-negara maju.
Teknologi, yaitu berupa alat produksi yang lebih produktif, dan lebih canggih. Dinegara-negara berkembang teknologi maju termasuk barang yang langka.

Masalah pokok dalam setiap perekonomian pada dasarnya sama, yaitu, berkenaan dengan apa yang akan diproduksi, bagaimanakah cara memproduksi, bagaimanakah cara memproduksinya, dan untuk siapa barang itu diproduksi.
Menurut ahli ekonomi, Paul A Samuelson, ada tiga masalah utama dalam setiap perekonomian, yaitu menyangkut persoalan berikut ini ;
1. persoalan pokok dari organisasi ekonomi, berkenaan dengan tiga masalah utama ,apa (what), bagaimana (how) dan untuk siapa (for whom).
2. persoalan pemilihan penggunaan teknologi, dengan sumber ekonomi yang terbatas, berupa biaya, dengan hukum yang semakin berkurang.
3. persoalan pertumbuhan penduduk, dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi.

Masalah Organisasi Ekonomi.

Setiap masyarakat, apakah masyarakat liberal, komunis, sosialis, atau religius dan Pancasilais harus mengadapi ketiga persoalan organisasi ekonomi. Barang apa (what) yang akan diproduksi, dan berapa jumlahnya ?
Tentu saja setiap masyarakat akan menghadapi beberapa pilihan untuk menentukan barang mana yang akan dihasilkan, atau jasa mana yang akan diproduksi. Hal ini banyak ditentukan oleh kondisi masyarakat dan keadaan sumber ekonomi , serta kondisi sosio budayanya. Di Indonesia karena kondisi alam atau sumber ekonomi, tanah subur , iklim yang mendukung, tenaga kerja banyak, teknologi masih kurang, maka masyarakat dan pemerintahan menentukan pilihan untuk memproduksi pertanian yang berkenaan dengan persawahan, perladangan, perikanan, perkebunan, peternakan dan hasil hutan. Demikian juga dalam pembangunan ekonomi, Indonesia tetap berpola pada usaha pertanian (lihat Program Pelita I s/d V dalam GBHN).
Setelah menentukan pilihan barang dan jasa yang akan dihasilkan suatu masyarakat, selanjutnya harus menentukan berapa banyak barang dan jasa itu harus diproduksi dalam jangka waktu tertentu. Bagaimana kualitas barangnya?.

1. Bagaimana (how) barang itu akan diproduksi.
Hal ini jelas selalu memperhatikan kondisi factor produksi, terutama menyangkut sumber daya manusia dan pengguna teknologi, mana yang lebih bijaksana untuk suatu masyarakat dan pemerintahannya dalam mengusahakan pertanian seperti Indonesia.
Pengelolaan dan pengusahaan pertanian dimasyarakat Indonesia masih banyak mengunakanhal-hal berikut ini.

a. Tenaga manusia
Mengingat tenaga kerja manusia cukup banyak dan masih murah maka terjadi peningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pengurangan pengangguran. Lain lagi dengan negara maju, seperti Jepang dan Amerika tenaga manusia termasuk biaya yang mahal, karena pertumbuhan penduduk kecil dan tenaga kerja manusia sedikit.

b. Tenaga Mesin atau teknologi Canggih.
Di negara maju karena tenaga manusia mahal dan langka, maka untuk memproduksi suatu barang lebih tepat mengunakan tenaga mesin. Hal ini bisa kita lihat di negara Jepang atau Amerika dalam mengelola bidang pertanian dan lain-lainnya selalu mengunakan teknologi mesin yang cukup canggih. Demikian juga dalam memproduksi pakaian dan alat-alat rumah tangga, semua mengunakan alat-alat teknologi tinggi. Di Indonesia teknologi canggih masih sangat mahal, dan tenaga kerja manusia masih sangat murah dan banyak. Walaupun alat-alat canggih sudah banyak digunakan di Indonesia namun jumlahnya hanya terbatas. kebijakaan mengunakan teknologi tinggi ini harus memperhatikan mana yang lebih menguntungkan secara ekonomis, tenaga kerja manusia atau mesin? Di Indonesia penggunaan teknologi canggih pasti digunakan dan tidak bisa dihindari, karena tidak bisa mengunakan banyak tenaga manusia, misalnya; pengeboran minyak, bendungan air, produksi listrik, telekomunikasi, mesin pabrik, transportasi dan lain-lain

c. Untuk siapa (for whom) Barang itu di Produksi ?
Barang dan jasa yang diproduksi itu harus jelas dijual untuk siapa, agar barang dan jasa yang dipilih itu dapat terjual laku di pasar. Masyarakat mana yang jadi sasaran penjualan, demikian juga hasil yang diperoleh untuk siapa. Tentu akan lebih bijak jika seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati hasil usaha ekonomi itu. Inilah yang menjadi persoalan terutama di negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, dalam hal pemerataan hasil pembangunan. Di dalam masyarakat diktator yang berkuasa, maka akan ditentukan oleh masyarakat yang berkuasa itu seperti di negara komunis, sedangkan dinegara kapitalis maka ditentukan oleh pengusaha-pengusaha besar dan perseorangan. Sedangkan di negara Indonesia ada ditangan negara (pemerintah) dan atau swasta.

Semoga sukses!
Yakin Usaha Sampai………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s