HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA KESATUAN RI

Standar Kompetensi      :     Memahami Hakikat Bangsa dan Negara Kesatuan RI

Kompetensi Dasar         :

1. Mendeskripsikan hakikat Bangsa dan Unsur-Unsur Terbentuknya Negara.

2.      Mendeskripsikam hakikat Negara dan Bentuk-bentuk Kenegaraan.

3.    Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI.

4. Menunjukan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat.

A.    HAKIKAT BANGSA DAN UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA.

A.1.    Kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan mahkluk sosial.
A.1.1.   Manusia sebagai Makhluk Individu

Secara kodrati manusia adalah sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial. Sebagai makhluk individu manusia selalu selalu berbeda dengan orang lain, dan tidak ada seorangpun yang benar-benar sama. Hal ini bisa kita lihat pada saat polisi mengembangkan sidik jari sebagai cara mengidentifikasi pelaku kejahatan. Manusia sebagai makhluk individu adalah makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa yang terdiri dari jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisahkan, yang diberi potensi, akal, pikiran, dan perasaan sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

A.1.2.   Manusia sebagai Makhluk Sosial.

Di dalam kehidupan, manusia mempunyai keinginan untuk bergaul, berkumpul, dan manusia memiliki kebutuhan yang bermacam-macam yang tidak mungkin dapat dipenuhi sendiri. Oleh karena itu manusia membutuhkan orang lain untuk mencapai apa yang diinginkan dan yang menjadi tujuan hidupnya dan itulah yang sering disebut dengan manusia sebagai makhluk sosial. Manusia mempunyai kemampuan  untuk hidup berinteraksi, berkomunikasi, dan berkelompok dengan manusia lain yang sering disebut dengan Zoon Politicon.

Abraham Maslow berpendapat bahwa tingkatan kebutuhan hidup manusia sbb :

1.      Kebutuhan hidup fisiologis, kebutuhan fisik manusia yang harus dipenuhi untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya, seperti makan dan minum.

2.      Kebutuhan rasa aman, kebutuhan tiap-tiap individu agar dapat hidup tenang dan terhindar dari perasaan-perasaan cemas dan khawatir. Salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam menjalankan pemerintahan negara adalah dapat menciptakan rasa aman bagi warga negaranya.

3.      Kebutuhan akan penghargaan diri, manusia selalu menginginkan penghargaan terhadap prestasi dan kemampuan yang ia miliki.

4.      Kebutuhan akan aktualisasi diri, manusia selalu berkeinginan untuk menunjukkan jati dirinya dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

A.2.    Pengertian Bangsa.

Bangsa dapat diartikan sebagai sekumpulan manusia yang memiliki kesamaan sejarah, kesamaan bahasa, kesamaan dalam budaya, kesamaan berbagai suku bangsa, kesamaan dalam agama. Faktor-faktor tersebut mendorong terbentuknya persatuan nasional dan identitas nasional yang kuat.

Pengertian bangsa dalam arti sosiologis dan bangsa dalam arti politis yaitu :

            Bangsa dalam arti sosiologis, adalah sekelompok paguyuban yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan senasib sepenanggungan di dalam suatu negara. ( kesatuan ras, agama, adat istiadat, sejarah, dan lain sebagainya). Bangsa dalam arti politis, adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya.

Berikut ini beberapa pengertian bangsa menurut para ahli, antara lain :

1)        ERNEST RENAN.

Bangsa adalah Kehendak untuk hidup bersama, disebabkan karena memiliki penderitaan-penderitaan dan nasib yang sama. Atau memiliki persamaan sejarah dan cita-cita serta terikat oleh tanah air yang sama.

2)        RATZEL.

Bangsa terbentuk karena adanya hasrat untuk bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antarmanusia dan tempat tinggalnya (faham geopolitik).

3)         OTTO BAUER.

Bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki persamaan karakter dan tumbuh karena persamaan nasib.

4)        SOEKARNO.

Bangsa adalah pengertian politis dan historis.

A.3.    Uusur-unsur terbentuknya bangsa.

            Terbentuknya suatu bangsa disebabkan oleh beberapa unsur, antara lain :

1.      Memiliki persamaan nasib atau sejarah

Dengan adanya persamaan nasib atau sejarah, maka tiap-tiap individu akan merasa sepenanggungan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan.

2.      Memiliki persamaan karakter

Beberapa orang yang memiliki karakter yang sama, akan dapat dengan mudah mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama pula.

3.      Memiliki ikatan persatuan yang kuat.

Sekelompok orang yang terikat dalam suatu ikatan akan berusaha secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

4.      Memiliki tanah air yang sama

Persamaan tanah air akan memberikan dorongan dan motivasi kepada rakyatnya untuk bersama-sama mencapai tujuan yang diharapkan.

5.      Memiliki persamaan cita-cita dan tujuan

Orang akan mudah untuk mengadakan kerjasama apabila mempunyai tujuan dan cita-cita yang sama.

B. HAKIKAT NEGARA DAN BENTUK-BENTUK KENEGARAAN

B.1.    PENGERTIAN NEGARA

            Berikut ini beberapa pengertian Negara menurut para ahli, antara lain :

1.      HANS KOHN

Negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan tata paksa.

2.       ARISTOTELES
Negara adalah persekutuan dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-baiknya.

3.      ROGER SOLTAU

Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.

4.      PROF. DR. J.H.A. LOGEMANN

Negara adalah organisasi kekuasaan yang mengatur masyarakat dengan kekuasaannya.

5.      HAROLD J. LASKI

Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat.

 6.      MAX WEBER

Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.

7.      GEORGE JELLINEK

Negara adalah suatu ikatan orang-orang yang bertempat tinggal dalam wilayah tertentu yang dilengkapi dengan kekuasaan

B.2.  TERJADINYA NEGARA

Ada beberapa pendapat untuk mempelajari terjadinya negara antara lain:

(1)    Terjadinya negara secara primer

(a)    Fase Genootschaft (Persekutuan Masyarakat)

Fase dimana orang mulai hidup berkelompok menggabungkan diri untuk memenuhi kebutuhan bersama. Seorang yang terkemuka di antara yang sama dipilih menjadi seorang pemimpin yang disebut dengan primus inter pares. Unsur terpenting pada fase ini adalah lahirnya suku yang berkembang menjadi dua, tiga dan seterusnya sehingga melahirkan bangsa sebagai unsur pembentuk bangsa.

(b)    Fase Rijk (Kerajaan)

Fase dimana orang sudah memiliki kesadaran akan hak milik atas tanah sehingga melahirkan tuan tanah dan orang-orang yang menyewa tanah sehingga melahirkan sistem feodalisme. Pada fase ini lahirlah unsur wilayah sebagai salah satu unsur lahirnya negara

(c)    Fase Staat (Negara)

Pada fase ini sudah dimulai tumbuh  akan kesadaran bernegara. Di kelompok ini memerlukan seperangkat hukum untuk mengatur kehidupannya. Pada fase ini sudah diperlukan unsur pemerintah yang berdaulat yang melahirkan pertumbuhan negara modern.

(d)    Fase Demokrasi.

Pada fase ini tumbuh kesadaran akan hidup berdemokrasi atau berkedaulatan rakyat. Fase diktatur adalah perkembangan dari demokrasi, tetapi bisa pula karena negara dalam keadaan bahaya.

(2)    Terjadinya negara secara sekunder.

Asal mula terjadinya negara secara sekunder selalu dihubungkan dengan negara yang telah ada sebelumnya. Berdasarkan pandangan ini maka suatu negara dianggap sah sebagai negara jika telah diakui oleh negara lain. Pengakuan ini sangat penting bagi keberadaan negara yang baru saja merdeka.

Ada dua macam pengakuan dari negara lain, yaitu :

(a)        Pengakuan secara de facto. (bersifat sementara)

Pengakuan yang diberikan kepada negara yang telah memenuhi unsur konstitutif ( yaitu ada wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat). Kemunculan negara harus diteliti lebih lanjut secara hukum dan pengakuan ini bersifat sementara.

(b)        Pengakuan secara de yure. (bersifat tetap)

Pengakuan negara secara hukum internasional yang menyatakan bahwa negara yang baru merdeka itu telah benar-benar bedaulat. Pengakuan ini berlaku selama-lamanya atau tetap.

(3)    Terjadinya negara berdasarkan pendekatan faktual (fakta sejarah)

(a)    Occupatie (Pendudukan)

Negara terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan kemudian diduduki oleh suatu bangsa.
Contoh : Liberia yang diduduki budak negro dan dimerdekakan tahun 1847.

(b). Fusi (Peleburan)

Negara ini terjadi dari negara-negara kecil mengadakan kesepakatan untuk melebur enjadi satu membentuk negara baru.

Contoh : Jerman (1871) yang terbentuk dari beberapa negara-negara kecil.

(c). Cessie (Penyerahan).

Negara ini terjadi jika suatu wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan pada suatu perjanjian.

Contoh : Wilayah Slesswijk diserahkan Austria kepada Jerman.

(d)    Accessie (Penaikan)

Negara ini terjadi karena adanya suatu wilayah daerah yang muncul karena adanya penaikan lumpur sungai atau timbul dari dasar laut (delta), kemudian wilayah ini dihuni oleh sekelompok orang dan menjadi negara.

Contoh : Wilayah Mesir adalah delta dari sungai Nil.

(e)    Anexatie (Penguasaan)

Suatu wilayah negara dikuasai oleh bangsa lain dan tidak bereaksi(tidak mengadakan perlawanan)
Contoh : Negara Israel yang dibentuk pada tahun 1948, wilayahnya banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, dan Yordania.

(f)    Proklamation (Pernyataan Kemerdekaan)

Negara ini terjadi karena penduduk pribumi dalam suatu wilayah yang diduduki bangsa lain mengadakan perlawanan (perjuangan) sehingga berhasil merebut wilayahnya kembali dan menyatakan kemerdekaan.

Contoh : Negara Indonesia menyatakan merdeka (1945) setelah melalui perjuangan yang cukup panjang.

(g)    Inovation (Pembentukan Negara Baru)

Munculnya suatu negara baru diatas wilayah suatu negara yang pecah karena suatu hal kemudian lenyap.

Contoh : Negara Columbia yang karena pecah dan lenyap, kemudian diwilayah tersebut didirikan negara baru (Columbia Baru).

(h)    Separatie (Pemisahan)

Suatu wilayah negara yang memisahkan diri dari negara yang semula menguasainya, kemudian menyatakan kemedekaannya.

Contoh : Belgia memisahkan diri dari Belanda; Pakistan memisahkan diri dari India; Bangladesh memisahkan diri dari Pakistan.

(4)    Terjadinya negara berdasarkan pendekatan teoritis
(a)    Teori Ketuhanan.

Menurut teori ini segala sesuatu yang ada di muka bumi berasal dari Tuhan, terjadinya negara juga kehendak dari Tuhan. Hal ini Nampak pada undang-undang dasar suatu negara yang didalamnya memuat kalimat ”atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa”. Tokohnya : Agustinus, Yulius Stahl, Thomas Aquino, Kranenburg.

(b)    Teori Perjanjian Masyarakat
Terjadinya masyarakat karena adanya suatu perjanjian. Semua orang mengikat dirinya dalam suatu perjanjian guna mendirikan organisasi yang bisa menjaga kelangsungan hidupnya. Tokonya : Thomas Hobbes, Jhon Locke, Montesquieu.
(c)    Teori Kekuasaan
Negara dibentuk karena hasil dominasi kelompok kuat terhadap kelompok yang lemah.
Tokohnya : Horald Laski, Leon Duguit, Karl Marx, Oppenheimer.
(d)    Teori Hukum Alam
Negara terbentuk karena kehendak alam. Tokonya : Plato, Aristoteles, Agustinus.

(e).   Teori Kedaulatan

Kekuasaan tertinggi ada pada Negara, negaralah yang menciptakan hukum untuk mengatur kepentingan rakyat. Tokohnya : Paul Laband, Jellinek.

B.3.    BENTUK-BENTUK KENEGARAAN

(1)    Negara Kesatuan

Negara kesatuan adalah negara merdeka dan berdaulat yang pemerintahannya diatur oleh pemerintah pusat. Ciri-cirinya adalah :

·  Kedaulatan negara mencakup ke dalam dan ke luar yang ditangani pemerintah pusat
·  Negara hanya mempunyai masing-masing satu UUD, kepala negara, kabinet,dan DPR.

·  Hanya ada satu kebijakan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan hankam.

(2)    Negara Serikat.

Negara serikat adalah negara yang terdiri atas gabungan beberapa negara bagian. Negara bagian hanya menyerahkan sebagian kecil urusannya kepada pemerintah pusat. Ciri-cirinya adalah :

·   Negara bagian tidak memiliki kedaulatan

·   Kepala negara dipilih dan bertanggung jawab kepada rakyat

·   Negara bagian berwenang membuat UUD sendiri sepanjang tidak bertentangan dengan UUD pemerintah pusat.

·   Kepala negara mempunyai hak veto (pembatalan keputusan) yang diajukan oleh parlemen.

(3)    Koloni
Koloni adalah suatu negara yang menjadi jajahan dari negara lain.
(4)    Perwalian (trustee)
Wilayah jajahan dari negara-negara yang kalah dalam perang dunia II dan berada di bawah naungan Dewan Perwalian PBB.
(5)    Mandat
Mandat adalah suatu negara yang berasal dari daerah jajahan dari negara-negara yang kalah dalam perang dunia I dan di bawah perlindungan dari Dewan Mandat Liga Bangsa-Bangsa.
(6)    Protektorat
Protektorat adalah negara yang berada di bawah lindungan negara lain yang lebih kuat.
(7)    Dominion
Dominion adalah suatu negara bekas jajahan Inggris yang mengakui Raja Inggris sebagai rajanya sebagai lambang persatuan (negara persemakmuran).
Contoh : Kanada, Australia, selandia Baru, Afrika Selatan.
(8)    Uni
Uni adalah gabungan dua atau lebih negara merdeka dan berdaulat dengan satu kepala negara yang sama.

C.1.    PENGERTIAN NKRI

            Negara Kesatuan Republik Indonesia (disingkat NKRI atau Indonesia atau Republik Indonesia atau RI) ialah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, melintang di khatulistiwa antara benua Asia dan Australia serta antara Samodera Pasifik dan Samodera Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Indonesia berbatasan dengan Malaysia di pulau Kalimantan, berbatasan dengan Papua Nugini di pulau Papua dan berbatasan dengan Timor Leste di pulau Timor. Kata “Indonesia” berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu Indos yang berarti “India” dan nesos yang berarti “pulau”. Jadi kata Indonesia berarti kepulauan India, atau kepulauan yang berada di wilayah India.

C.2.    FUNGSI DAN TUJUAN NKRI

Tujuan negara RI terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

·    Merdeka, artinya Indonesia terlepas dari penjajahan dan berhak menentukan sendiri apa yang menjadi tujuan dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan negara.

·    Bersatu, artinya bangsa Indonesia hanya ada satu negara, keanekaragaman menjadi kekayaan bangsa ini, baik suku bangsa, bahasa, ras, dan lain sebagainya.

·   Berdaulat, artinya bangsa Indonesia mempunyai kekuasaan untuk memutuskan dan menentukan sendiri segala hal yang berkaitan dengan kebijakan negara tanpa harus tergantung kepada bangsa lain.

·    Adil dan makmur, artinya menuju masyarakat yang sebagian besar kebutuhan pokoknya terpenuhi.

Selanjutnya dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, maka ada beberapa hal yang dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah :

·   Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia

·   Memajukan kesejahteraan umum

·   Mencerdaskan kehidupan bangsa.

· Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial

D.   MENUNJUKAN SEMANGAT KEBANGSAAN, NASIONALISME, DAN PATRIOTISME DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA

D.1.    PENGERTIAN KEBANGSAAN, NASIONALISME DAN PATRIOTISME

Nasionalisme dapat diartikan : (1), Satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan suatu negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama. (2), ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. (3), Ikatan orang individu terhadap suatu negara yang memberi hak kepada negara untuk mengatur dan melindungi negara.

            Patriotisme berasal dari kata Patriot, yang artinya adalah: pecinta dan pembela tanah air. Sedangkan Patriotisme maksudnya adalah semangat cinta tanah air. Pengertian Patriotisme adalah sikap Untuk selalu mencintai atau membela tanah air, seorang pejuang sejati, pejuang bangsa yang mempunyai semangat, sikap dan perilaku cinta tanah air, dimana ia sudi mengorbankan segala-galanya bahkan jiwa sekalipun demi kemajuan, kejayaan dan kemakmuran tanah air.

            Nasionalisme terbagi menjadi 2 yaitu nasionalisme dalam arti sempit dan nasionalisme dalam arti luas. Nasionalisme dalam arti sempit, adalah mencintai tanah air dan bangsanya dengan memandang rendah bangsa lain, yang sering disebut dengan Chauvinisme. Nasionalisme dalam arti sempit ini pernah dilaksanakan oleh beberapa negara-negara di dunia, antara lain ; Jerman pada masa pemerintahan Hitler, Italia pada masa pemerintahan Benito Mussolini, Jepang pada waktu menguasai kawasan Asia dan ingin membentuk negara persemakmuran Asia Timur Raya.

            Nasionalisme dalam arti luas, adalah mencintai bangsa dan tanah airnya, tetapi memandang bangsa lain sederajat dan harus saling hormat menghormati antar-bangsa.

Faktor pembentuk identitas nasional

Beberapa faktor yang dapat menjadi pembentuk identitas nasional, antara lain:
(1). Faktor primordial, artinya ikatan kekerabatan, kesamaan suku bangsa, daerah, bahasa dan adat istiadat dapat menimbulkan pola perilaku yang sama dan melahirkan persepsi yang sama tentang negara yang dicita-citakan. (2), Faktor sakral, artinya kesamaan agama yang dianut suatu masyarakat dapat membentuk negara. (3). Faktor tokoh, artinya kepemimpinan seorang tokoh yang disegani, kharismatik, berwibawa dan dihormati serta dapat dijadikan suri tauladan akan dapat mempersatukan suatu negara. (4). Faktor sejarah, artinya asal-usul dan pengalaman masa lalu yang sama sebagai bangsa yang dijajah akan menimbulkan solidaritas (senasib, sependeritaan dan sepenanggungan). (5). Faktor Bhinneka Tunggal Ika, artinya bersatu dalam perbedaan. Meskipun mereka memiliki keterikatan dengan identitas kelompoknya, tetapi mereka menunjukkan kesetian dalam lingkup yang luas (negara). (6),Faktor kelembagaan, artinya adanya lembaga-lembaga negara akan mampu mempertemukan berbagai kepentingan sehingga akan tersusun kepentingan nasional.

            Tidak dapat dipungkiri, bahwa bangsa Indonesia bersifat majemuk yang ditandai oleh kenyataan suku bangsa, agama, ras/etnis, dan golongan serta kebudayaan lokal yang beragam. Agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan, maka seluruh potensi bangsa harus diberdayakan, dengan kegiatan antara lain : (1), Menyelenggarakan dialog nasional yang dihadiri oleh tokoh daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh budaya. (2), Menggalakkan amal bakti dan kegiatan sosial bagi keluarga atau daerah yang terkena musibah. (3), Melaksanakan pembangunan nasional dengan memberi otonomi kepada daerah. (4), enyelesaikan konflik sosial secara damai, adil, demokratis, manusiawi.

            Menghormati bendera kebangsaan :

Bendera Merah Putih sering disebut bendera pusaka, artinya tidak hanya sekedar warna saja, melainkan harus diartikan sebagai lambang identitas persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu Merah Putih merupakan ‘senjata’ perjuangan bangsa Indonesia dalam mengejar cita-cita nasionalnya. Oleh karena itu setiap warga negara Indonesia harus mampu mengibarkan bendera Merah Putih dengan benar dan penuh rasa hormat.

            Menghormati dan menghayati isi dan makna Lagu Kebangsaan

Dari syair lagu Indonesia Raya, bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran, antara lain :

(1), Bait pertama, mengajarkan bahwa kita semua memiliki tanah air Indonesia, tempat dimana kita dilahirkan. (2), Bait kedua, mengajarkan pengakuan kita terhadap bangsa dan tanah air satu yaitu Indonesia. (3), Bait ketiga, mengajarkan tentang kewajiban kita untuk membangun negara untuk kesejahteraan rakyat. (4), Bait keempat, mengajarkan bahwa kemerdekaan itu mahal harganya, karena dengan kemerdekaan itulah kehidupan bangsa Indonesia bisa menjadi tertib, aman, adil, makmur dan sejahtera. (5), Bait kelima, mengajarkan agar kita selalu mencintai tanah air Indonesia dan harus dipertahankan agar tetap hidup.

            Menghormati makna Lambang Negara RI

            Lambang negara RI Garuda Pancasila memiliki struktur yang menggambarkan simbol ke-Indonesiaaan, yaitu : (1), Jumlah sayap, ekor dan bulu leher melambangkan proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. (2),  Menoleh ke kanan melambangkan kebaikan sebagai cita-cita  yang akan dicapai. (3), Kaki mencengkeram seloka “Bhinneka Tunggal Ika”, melambangkan kesatuan dalam perbedaan. (4), Perisai Pancasila yang dikalungkan di leher lambang negara, menggambarkan hidup matinya negara RI tergantung pada Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

D.2.   SIKAP DAN PERILAKU YANG MENCERMINKAN SEMANGAT KEBANGSAAN, NASIONALISME DAN PATRIOTISME.

      ·    Membina keserasian, keselarasan dan keseimbangan.

            Serasi berarti kita tetap cocok meskipun berbeda; selaras berarti kita berada dalam satu tujuan hidup bersama; seimbang artinya antara manusia yang satu dengan yang lain sama derajat kemanusiaannya.

          Saling mengasihi, saling membina dan saling memberi.

 Hidup saling mengasihi, membina dan memberi antar sesama menjadi panggilan kita bersama, tanpa membedakan kedudukannya. Kita harus saling asah (berhubungan dan memberi), asih (sayang), asuh (membina).

          Tidak menonjolkan perbedaan, melainkan mencari persamaan.

Antara suku bangsa yang satu dengan yang lain, sama-sama memiliki kebudayaan. Meskipun kebudayaan berbeda, kita harus tetap memandang sebagai satu kesatuan.

          Meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan hidup

Manusia hanya dapat melangsungkan hidup dan kehidupannya apabila berhubungan dengan lingkungan hidupnya yaitu masyarakat sekitar dan alam dengan seluruh isinya. Oleh karena itu kita harus mencintai seluruh lingkungan hidup, dengan menjaga kelestariannya.

          Bekerjasama sesama warga, lingkungan dan pemerintah.

Sebagai makhluk sosial manusia selalu berhubungan dengan sesamanya dan harus menajga hubungan baik dengan lingkungan hidupnya, baik dengan tetangga, masyarakat, alam sekitar, dan pemerintah.

           Menjauhi pertentangan dan perkelahian.

Kita harus menghindari pertentangan bahkan perkelahian antar-pelajar. Apabila terjadi perselisihan alangkah lebih baik jika diselesaikan dengan musyawarah.

          Menggalang persatuan dan kesatuan melalui berbagai kegiatan.

Cara-cara yang dapat ditempuh melalui kegiatan antara lain :
o    olahraga (PON, PORSENI, pertandingan persahabatan);
o    kesenian melalui Pekan Budaya
o    kepramukaan melalui Jambore Nasional, Jambore Daerah
o    organisasi kepemudaan
o    pembauran antar-suku
o    bertingkah laku yang tidak merendahkan suku bangsa lain
o    penyiaran keanekaragaman bangsa melalui media massa

 DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto.2007.Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA Kelas X.Jakarta : Erlangga.

 Jutmini Sri.2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/MA. Solo, Tiga Serangkai.

 Suprihatini Amin . 2010. BPP Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMK    Kelas X. Klaten : Intan pariwara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s